Showing posts with label KisahSaya. Show all posts
Showing posts with label KisahSaya. Show all posts

Tuesday, November 22, 2016

Variabel Pengganggu

Hasil gambar untuk danbo nyebrang
http://endoneshia.blogspot.co.id/2014/03/koleksi-foto-danbo-si-kardus-imut.html

“Trus, dia yang selalu di balik sajak-sajakmu tahu kalau kamu menulis tentangnya?” Namanya Intan, teman satu kelas yang-bukan jarang, tapi memang kami kurang sering ngobrol- tiba-tiba saja menanyakan sesuatu yang membuatku tercengang di suatu malam saat kumpul jurusan satu angkatan. Intan yang duduk disampingku memberi pertanyaan yang tak kusangka akan se-frontal itu..


Apa yang Intan katakan dengan selalu di balik sajak-sajak adalah kalimat yang pernah ku posting di blog dalam sebuah tulisan. Sejauh ini aku belum pernah mempromosikan blogku dengan kawan kawan baru kuliah, lalu Intan tahu dari mana?


“Kamu temenan sama aku di line, Tan?” Hanya itu yang  

Thursday, November 17, 2016

(Masih) Pemuja Rahasia


Aku ikut bahagia dengan apa yang telah kau dapat. Untuk sebuah pencapaian yang tak kau ceritakan kepadaku.

Biar prestasimu menjadi kebanggaanku dalam diam. Bukankah memang begini nasib seorang pemuja rahasia?

kadang ingin, sekali saja, aku bisa mendengarmu menceritakan perjalanan hidupmu yang sangat menarik. Melihatmu bersemangat, berapi-api hingga kau tak sadar kau telah mengulangi bagian yang sama.

Namun kupikir yang sekali itu sangat sulit untuk diwujudkan.

Saturday, November 12, 2016

Cinta Itu...



Jadi komunitas yang saya join  di dalamya sedang dalam sebuah project untuk pentas di acara jurusan, dan untuk memancing ide-ide itu keluar kita buat definisi subjektif tentang CINTA. So, check this out!

###


Cinta ituuu…..

Menyatukan setiap hal yang berbeda dari Tuhan untuk menjadi satu (Tyas, sering dipanggil mami sama anak-anak se-angkatan karena rempong kayak emak-emak metropolis, tapi orangnya baik)

Tanpa

Sunday, November 6, 2016

Bunuh Rasa untuk Si Bapak.


Hasil gambar untuk siluet algojo
http://orestillakoto.blogspot.co.id/2012_02_01_archive.html
Ada hal lain yang lebih menggembirakan dari malam ini? Sungguh? ini hal yang luar biasa. Ah, kau tak kan paham dengan hal ini. Aku tak berhenti tersenyum karena ini. bahkan sebentar-sebentar tertawa tertahan. bagaimana aku bisa tertawa terbahak-bahak walau aku sangat ingin. seseorang yang membuatku tertawa ada di hadapanku pas dan aku takkan pernah berani menertawainya.


Stop, jangan berpikir ini tentang seorang pria yang kau damba atau seorang dosen killer yang melakukan kesalahan konyol. Jadi begini ceritanya.


Kemarin, sepulang dari menonton teater di fakultas tetangga, Aku meniadakan niat untuk kembali langsung ke asrama. Mencari jaringan internet gratis di kampus lebih menggoda, ditambah tugas yang menumpuk untuk dikerjakan. Udara tidak terlalu cerah memang, condongnya matahari ke barat membuat mendung tidak terlalu nampak. Namun sayang seribu sayang, baru beberapa saat menyambungkan koneksi internet, setelah beberapa menit adzan mahgrib berkumandang, sang muadzin telah keluar dari masjid kampus, jaringan listrik mati. Itu berarti jaringan wifi juga hilang. sebelum aku menyadari semuanya, angin kencang telah datang dan membuat dedaunan bertebangan ke segala arah, hatiku mulai ciut. Segera kucari lampu usb dan kuhubungkan dengan laptop, sedikit membantu. Aku bingung, angin terlalu kencang, malam telah datang dan gedung ini tidak banyak orang. Aku

Wednesday, November 2, 2016

Penulis Itu Membingungkan !




Aku kadang bingung dengan penulis pemula
Mereka merangkai segalanya menjadi kata-kata indah
Kadang tak ada lagi batas antara fiksi dan privasi
Kadang pula mereka mengaku tak memiliki ide untuk berekspresi
Mau apa mereka sebenarnya


Aku ikhlaskan pembicaraan rahasia ini menjadi bahan tulisanya
Tapi lebih banyak waktu mereka berdiam
Hey, apa memang kita yang kurang bercengkrama?


Satu waktu mereka merayuku dengan sajak dan puisi
Di waktu lain mereka berkata semua hanya tuntutan profesi
Ah, mudah sekali mereka mempermainkan hati ini


Aku kadang bingung dengan penulis pemula
Waktunya mereka habiskan hanya untuk sebuah karya
Aku kadang bingung dengan penulis pemula

Mengapa pula aku mau jadi bagian dari mereka

Tuesday, November 1, 2016

Mata kuliah Kejujuran

Hasil gambar untuk embun pagi
https://kepologia.wordpress.com/2015/01/08/embun-pagi/

Hari ini setelah sekian lama saya vakum menulis akhirnya bisa juga menebalkan niat untuk menulis. Yaa, semua tergantung dengan niat kita.

Terlalu sulit bagi saya jika harus menulis puisi atau artikel bagi saya yang baru kembali ingin aktif menulis. Jadi, untuk tulisan kali ini tentang cerita hari ini saja ya.

Hari ini di kampus adalah jadwal saya untuk mengikui ujian tengah semester (UTS) mata kuliah agama. Dari semalem yang sudah punya tekad tebal untuk belajar ternyata hanya mampu membawa buku sampai tempat tidur dan tak sempat terbaca satu kalimatpun.

Pagi harinya, sembari menunggu dosen kelas pertama sempat baca satu halaman, padahal materi yang akan diujikan berpuluh-puluh halaman. Terkesampingkan lagi waktu untuk belajar. Huft

Untung ujian masih jam satu siang. Ada waktu dari kelas pertama hingga jam UTS untuk belajar. Saya berhasil membaca semua materi yang akan di ujikan walaupun dengan tekhnik skimming. Ah, mahasiswa yang lain, jangan meniru saya.

Tibalah saatnya memasuki ruang tes, walau sedikit terlambat. Inilah enaknya tes bagi jenjang perguruan tinggi. Soalnya yang essay membuat kita mudah menjawab tanpa harus terpaku dengan urutan materi yang persis pada buku. Tapi point yang saya ingin ceritakan bukan disitu.

Sebelum memulai tes ini pak dosen berkata bahwa dia tidak perlu lagi mengawasi mahasiswa. Bukan karena dia berpikir kita sudah cukup dewasa untuk tidak mencontek lagi, itu tidak selamanya terbukti, atau karena si bapak mengijinkan kita untuk open book atau berdiskusi satu sama lain, itu sungguh tidak mungkin. Bapak dosen ini dengan lembut menerangkan bahwa kita berada pada mata kuliah agama, yang sudah di pahami bersama bahwa Allah beserta malaikatnya selalu mengawasi setiap perbuatan kita.

Ah, skak matt kita dengan perkataan si bapak.
Saya kira inilah tes yang sesungguhanya, aplikasi langsung dari setiap apa yang kita pelajari, dari hal kecil yang sering terlupakan.

Friday, October 7, 2016

Gara-gara Instagram




 





Keresahan ini tertulis ketika Estina mendapat Mention dari senorang yang kehadiran mention nya selalu Estina tunggu. Seorang produser radio yang memutuskan apakah naskah Estina layak untuk On Air. Kabar yang sudah saya tunggu sejak beberapa hari lalu membuat saya tidak jenak bahkan untuk sekedar tidur siang.


Akhirnya sore ini, saya yang memang gemar membuka twitter mencari hiburan dengan membaca timeline-timeline yang ada. Mata saya tertuju pada sebuah timeline yang menyebut nama akun twitter saya. Begini isinya 

@Estina_La Hallo Estina, IG kamu apa ya?

Deg, petanda apa ni. Biasanya kalau sang produser mention saya itu untuk konfirmasi naskah diterima atau 

Wednesday, October 5, 2016

Pendidikan dan Motivasi

Hasil gambar untuk danbo belajar
https://catatanharianherik.wordpress.com/tag/danbo/









Hari ini Estina diingatkan oleh sebuah postingan dari BEM kampus tentang hari Guru sedunia. Diawal sempat gak terlalu peduli karena pengajar Estina kini dosen bukan lagi guru. Namun ternyata definisi guru tidak sesimpel itu.


Estina jadi teringat dengan mata kuliah Ilmu Pendidikan yang disampaikan oleh dua orang pensiunan yang masih diminta untuk mendidik mahasiswa. Tentang pendidikan seumur hidup, pendidikan yang bertujuan untuk mendewasakan peserta didik, dan pendidikan dimana saja. Yang semakin membuat Estina mengingat beliau berdua adalah banyaknya tugas yang diberikan bahkan sebelum kami genap kuliah setengah semester disini. Banyaknya tugas ini membuat sebagian besar mahasiswanya heboh membahas mata kuliah ini. Apalagi jika bertemu rombel lain, semua jadi pecah.


Tapi selanjutnya setiap dari mahasiswa punya motivasi untuk menyelesaikannya, entah seberapa besar motivasi itu.


Estina sendiri sempat merasa malas untuk mengerjakan tugas ini. Namun sebuah diskusi bersama orang hebat menyadarkan Estina untuk menjalankan kewajiban sebagai seorang pelajar. Orang hebat ini mengaku sebagai coach,  mas Hadi. Kami pernah terlibat dalam suatu

Tuesday, October 4, 2016

Berbicara di Depan Umum? Ini yang Kamu Butuhkan






Sebelumnya Estina mau cerita kalau Estina baru aja pulang dari sebuah diskusi sama kakak tingkat dan teman-teman (Jangan bilang ke mama masalah ini) tentang public speaking. Kebetulan kakak tingkat Estina ini yang jadi pembicara waktu acara pelatihan kepemimpinan tingkat jurusan. Nah, karena waktu habis dan materi yang disampaikan belum tuntas pada saan itu, maka Estina mengajak beberapa teman dan sang coach untuk berdiskusi kecil. 


Dulu, ketika masih menjadi crew radio komunitas, Estina juga pernah mendapat pelatihan MC. Ternyata materi yang disampaikan tidak jauh berbeda. Yang membuat semakin sama adalah metode untuk menjadikan performa kita sukses di depan umum.


Kedua pemateri memiliki cara yang sama, yaitu persiapan (preparation)
Semakin dalam  kita menyiapkan materi yang akan kita bawakan semakin bagus juga penampilan kita di depan umum. Pemateri Estina saat pelatihan MC dulu bahkan mengatakan bahwa  

Sunday, October 2, 2016

Sampai Disini



Hasil gambar untuk danbo pergi
https://irmanisedikit.wordpress.com/tag/cinta-bertepuk-sebelah-tangan/



Apa ini sudah waktunya bagiku untuk berhenti menunggumu?
Aku tak tau mengapa, tapi semuanya telah berbeda
Tak ada lagi desir dihati saat ku dengar namamu disebut
Senyum ini pun tak lagi sama saat kulihat gambar dirimu

Sampai Disini



Hasil gambar untuk danbo pergi
https://irmanisedikit.wordpress.com/tag/cinta-bertepuk-sebelah-tangan/



Apa ini sudah waktunya bagiku untuk berhenti menunggumu?
Aku tak tau mengapa, tapi semuanya telah berbeda
Tak ada lagi desir dihati saat ku dengar namamu disebut
Senyum ini pun tak lagi sama saat kulihat gambar dirimu

Tuesday, September 27, 2016

Saat Kau Pergi (ex naskah drama radio)



@SoloRadio's pict


Saat Kau Pergi

Opung sebagai Dimas
Clara sebagai Aya
Written by EstinaLa( Sololovers)
Edit by Prod. Dansukiman
On Air : 15.04.2016


Segmen 1
Hay selamat malam kamu yang masih aku perjuangkan diam-diam, yang selalu aku doakan tiap sujudku.Aku disini baik-baik saja, semoga kamu jg demikian. Oh iya, kenalinnamaku Aya, aku sekarang masih duduk di kelas 1 SMA,  danaku suka basket. Basket, kalo ngomongin basket mungkin nggak ada habisnya, apalagi kalo udah ngebahas Dimas!


Dimas?Siapa dia?Kamu mungkin belum kenal, nanti kalo kamu pengen kenalan main aja ke lapangan basket di sekolahku tiap sore. Dimas sering tuh latian basket, dia jago banget loh! Kan, kalo udah ngebahas Dimas pasti aku cerita panjang lebar deh! Oke cukup, eh lanjut aja deh tanggung!


Aku tuh suka ngeliatin Dimas main basket dari pinggir lapangan, duduk di

Friday, September 2, 2016

Berhenti Terlihat Lemah!





Saya lupa kapan pembicaraan ini terjadi, yang saya ingat di ruang keluarga itu ada saya, kakak saya, dan ibu saya. Kami membicarakan tentang ujian akhir nasional dengan segala isunya. Lalu saya berkata,

“Besok kalau aku ujian nasional aku pengen jadi kurus ah. Ngerasain gimana ujian yang berat” itu saya ucapkan karena banyak isu-isu yang beredar bahwa ujian nasional memang terkenal berat dan menjadi beban pikiran siswanya. Tapi ternyata kakak saya berpendapat berbeda.

“kalau aku gak mau kurus, aku pengen kayak gini aja, biar orang berpikir aku gak lemah’
Deg, saya terpaku dengan jawabannya.


XXX


Dan sekarang saya kembali mengingat pembicaraan itu, ketika saya mulai merasa mengambil keputusan yang hampir salah. Yaa, belum seutuhnya salah karena saya belum berpikir dengan kepala dingin, masih terbawa emosi, dilema, dan kesedihan.

Tidak setiap hari memang, namun sejak saya mengambil keputusan yang membuat saya dilema berat, saya mulai galau dan merasa apa yang saya ambil kurang benar. Saya sering mengabarkan keadaan saya yang rindu dengan masa lalu saya dan banyak membanding-bandingkannya, terlebih di media sosial. Itu membuat saya terlihat lemah bahkan di mata saya sendiri.

Perjalanan pulang dari kampus membuat saya berpikir bahwa saya tidak boleh seperti ini terus, saya tidak boleh terlihat lemah di depan orang-orang dan saya sendiri. Saya harus mulai berhenti membanding-bandingkan masa lalu dan apa yang telah saya ambil sekarang. Saya harus berhenti mem-posting kata-kata rindu. Biarkan yang lalu menjadi kenangan dan bukan luka yang menghambat langkah saya. Seperti apa yang pernah dikatakan Tere Liye, hukuman yang paling menyedihkan adalah mengabaikannya, untuk itu saya juga akan menghukum luka ini denhgan mengabaikannya.

Setidaknya dengan apa yang pernah saya post beberapa hari lalu membuat saya lega telah meluapkan segalanya.

Buat teman-teman yang tidak ingin terlihat lemah, mulailah berhenti mengeluhkan keadaan terlebih dengan tidak menyebarnya di media sosial. Keep spirit buat kita semua.




Tuesday, August 30, 2016

Surat Rindu

Hasil gambar untuk amplop surat rindu
https://kulihatkurasakudengar.wordpress.com/page/151/


Teruntuk kau yang kurindukan,

Dulu, kalian bilang jika ada sesuatu tinggal bilang, jangan putus komunikasi, ada apa-apa kasih kabar, benar-benar menjanjikan. Tapi kini disaat aku benar-benar merindukan kalian, pesanku hanya menjadi bahan bacaan berbalas satu –dua tak berlanjut.


Aku tau aku telah membuat dirku sendiri menjadi orang lain diantara kita. Aku yang memutuskan untuk pergi. Tapi kau tahu kan ini pilihan yang sulit, aku belum mampu melepas pikiranku dari kalian.


Seandainya kalian tahu dan jika boleh aku bercerita. Di tempat baru ini, sangat sulit bagiku menahan sesak ingin bertemu. Rindu yang semakin hari semakin menumpuk, tak juga luntur bahkan ketika kita kembali bertemu. Dan ketika aku tahu, setiap pertemuan yang terjadi setelah kata pamit dulu, akan ada perpisahan yang semakin menambah sesak di dada.


Tangis ini, jika saja mampu menghapus kerinduanku kepada kalian, akan kubiarkan semalam suntuk  air mata mengalir. Namun nyatanya, menangis hanya membuatku semakin mengenang kalian dan mengantarku pada tidur malam. Hingga aku terbangun di keesokan harinya dan kembali mengingat kalian.
Aku tahu ini tak boleh berlanjut semakin parah, tapi sampai saat ini aku masih memikirkan cara terbaik untuk tidak memikirkan bahkan merindukan kalian. Tenang, aku tak bisa melupakan kalian. Setidaknya itu perkiraanku saat ini. Hhahaha.


Dengan surat ini, walau hanya sedikit, setidaknya perasaanku mulai membaik. Mengharap kalian akan membaca dan membalas surat ini tentu akan sangat membuatku senang. Terlebih jika kalian mengirimiku pesan pribadi(modus). Ah, menulis memang obat mujarab untuk menyampaikan persaan.
Terimakasih telah membaca surat ini. Walau kalian tidak membalasnya, setidaknya kalian tahu kalian masih sangat berarti untukku.


Salam rindu

Penulis

Monday, August 8, 2016

The Man with Glasses (part3)

http://firdart.blogspot.co.id/

Let her go and realize me.


Finnaly I can see you again, after you went to another city without say goodbye in previous meeting. It is our fifth meeting and you sit down beside me. Yaa, as usual, my heart beat fast. Because we have to discuus about the next project we can meet.


There is a rose in my bag. I get it from another organization when they promote their event. You wonder from who I get it. It is enough to make you jealous. Hhaha.
Ah jealous, reminder me with my mistakes. Saveral times ago, I got your social media account then I knew some fact about your love story. I regret ever doing that.


XXX


Well, I wont give up on usEven if the skies get roughI'm giving you all my loveI'm still looking up (Jason Mraz)


You choose this song when you get broken heart. Do you know what I feel everytime I listen that song? When I realize that you work hard to keep faith with your ex-girlfriend. I don't know why, but it makes me little hurt. I'm not jealous with your ex-girlfriend, she is just your past. How you fight for your love that makes me jealous.
It better for you to stop fighting for your love now. Hahaha. Let her go!


You see her when you close your eyesMaybe one day you'll understand whyEverything you touch surely dies (Passenger)

XXX


So far so good, even your love story still disturb my mind.
Yaa, the fifth meeting. Hopefully will not be the end. Sit beside you and talk anything with you is good enough to make sweet memory. You ask me from who I get the rose, advise me to take care in another city, and ask me to stay in social media group. I think it is a good farewell. I will never forget what you say and keep on waiting for your arrival in my city as your promise.


Thank you for giving me sweet memories in this city, I like the way you look at me behind your glasses.
You are one of many reasons that makes me hard to go.
Nice to meet you. See you in another chance :)
Bye..

Whatever it takes or how my heart breaksI will be right here waiting for you (Ricard Marx)

Wednesday, August 3, 2016

Biarkan Dia Pergi

http://delistyaa.blogspot.co.id/2014_07_01_archive.html

Aku sudah mempelajari bagaimana kau memperjuangkan perasaanmu
Menjaganya tetap dihatimu walau dia telah menjauh
Meyakinkanya meski dia tak lagi milikmu


Semakin hari semakin aku mengerti bagaimana rasanya menjadi engkau
Menahan sakit kehilangan sesuatu yang masih sangat kau damba
Semakin hari semakin aku mengerti pula
Ini membuat hatiku sedikit sesak


Kau,
Tak sudikah merelakannya pergi dengan apa yang telah dia pilih?
Membiarkan hatimu melupakan bagaimana rasanya menahan perih barang sebentar
Mengijinkan seseorang yang berbeda meredam rasamu yang tak terbalaskan


Atau kau cukup kuat menahan semuanya?
Membiarkannya mengalir bersama lagu-lagu yang kau pilih
Dengan lirik-lirik yang kau pikir itu gambaran dari posisimu saat ini
Tidakkah kau merasa semua itu semakin membuatmu tersayat?


Biarkan dia pergi
Bukan saatnya lagi kau menghindar dari kenyataan
Sudah waktunya kau membiarkan hatimu mengenal rasa yang baru



Biarkan dia pergi dan kau akan tahu, aku tak pernah rela melihatmu seperti ini

Tuesday, August 2, 2016

Keluarga dan Himpunan Mahasiswa

Ini logo keluarga saya. mana punyamu? :D


Kisah ini tertulis setelah membaca pesan dari suhu kita, Bang Syaiha. “isi aja sembarangan, yang penting ada” katanya ketika menanyakan kabar blog murid-muridnya dan untuk itu saya tulis kisah ini. Semoga terhibur, terinspirasi atau bahkan tersandung bosan. Hahaha, jangan pliss.


###


Buat teman-teman pasti pernah sekolah dong ya. Biasanya kalau udah disekolah, awal-awal masuk pasti ada bapak atau ibu guru yang bilang “kita ini keluarga, kalau disekolah bapak ibu guru ini jadi orang tuamu, temen-temen mu itu jadi saudaramu”. Walaupun dikampus gak ada yang bilang kayak gitu, tapi disini saya menemukan sebuah keluarga, himpunan mahasiswa jurusan.


Terlepas dari bapak dan ibu dosen yang super baik (ini serius) ada pula yang kami tuakan di himpunan ini. Pasti teman-teman juga memiliki sebutan untuk petinggi-petinggi organisasi. Biar kuceritakan siapa saja mereka :D


Yang pertama kita panggil “Ayah”, seorang laki-laki yang menjabat sebagai ketua himpunan. Karena dia pemain drama apalagi kita jurusan sastra. Jadi, ayah ini tingkahnya penuh dengan drama. Pertama kali ketemu dia itu waktu ospek jurusan. Ayah jadi mahasiswa pendamping kelompok saya, sedikit aneh melihat tingkahnya hhhahaha. Tapi dia baik untuk menjadi seorang leader.


Yang kedua “Om”. Ga ada spesifikasi jelas untuk siapa panggilan ini. Tapi pertama kali saya mendengar kata ini, seseorang semester 10 yang mendapat julukan romantis ini. Setelah event besar jurusan, seorang ketua panitia berhasil dipanggil Om. Dan untuk selanjutnya, semua orang yang menjadi ketua panitia akan mendapat julukan “Om”


Masih banyak julukan yang lain pasti, entah karena saya lupa atau belum pernah mendengar, tapi saya hanya ingat 2 itu saja. Hahaha. Disini saya merasakan bahwa hidup tidak perlu diisi dengan segala macam pencitraan dan topeng. Kau bebas melakukan apapun yang kau suka, akan selalu ada orang yang mengingatkanmu tanpa membencimu. Bukankah begitu keluarga? Itu yang saya terima di himpunan ini.


Karena suatu sebab saya harus pamit dari himpunan ini. Kau tau kawan bagaimana rasanya berpisah dengan orang-orang yang dapat membuatmu senang dan sedih secara bersamaan? Semua terlalu sulit.


Terimakasih untuk semua kakak-kakak dan saudara saya. Seneng bisa kenal kalian, apalagi kamu (yang terakhir abaikan).
Semoga kita masih punya banyak waktu untuk membuat kenangan yang berarti lagi.
Teruntuk Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra IAIN Surakarta. Nothing can replace you all :)



Btw, gimana sama keluargamu di sekolah? :D

Wednesday, July 20, 2016

The Man with Glasses (Part 2)



https://id.pinterest.com/pin/371406300494757964/




Today, in a big project of my organization, the luck comes.
My third meeting with him, the man with glasses, happen. Yaa, lucky me.


###


I still remember our last meeting, saveral days ago. When we discussed for this event. You greet me first, asked my condition. Did you know that it make me so happy?

###

Now, you are beside me. Accompany me be a recepsionist for this event. Talk to you make my heart beat fast. Hemm, I remember one song by The Bangles.

Do you feel my heart beating, do you understand?
Do you feel the same, am I only dreaming?

At the same day, I get one information that makes me sure to go. Yaa, once I said that I would leave you. This opportunity force me to move. (oh my God, did I say “force”?). It is my dream and I hope will not change. I have dreamed it for a few years before. When I get it, I will not let it go, will me?


Sadly to say that we have to seperated by space. We hevent created many memories. Perhaps, it is the way to make me easy to forget you. Hahaha. I hope we have many chance to meet.


I think it will be nice day when we have known each other. We can be a good friend and I will have a sweet memory with you. But, the fact shows the opposite. In the end of the event, you go without permission. Not only with me but also with others. You know that it is not good anymore and make me little sad.


Or maybe you want me to go without farewell?



Say my name, sun shines through the rain.
A whole life so lonely, and then you come and ease the pain. 
I don't want to lose this feeling. (The Bangles- Eternal Flames)







Saturday, July 9, 2016

The Man With Glasses

http://aprillona.blogspot.co.id/2011/11/danbo-si-muka-datar.html

Iam never interested with them, men with glasses. Never, till you come. Like others think and so many stereotypes about you and your twins. I think so.
Yaa, so many stereotypes. Bad and good. True and false. But I think, you have most of the good ones. Hahaha.

This is me. The girl with glasses trying to catch your attention, man with glasses.

###

Nothing special in our first meeting. You sat in another side when I was interviewed by other people. You shook my hand saying congratulation on my succes entered the same organization with you. At that time, I hadn't known you anymore. Even your name.


Saveral weeks later, our second meeting.
I sat on stairway. Listened carefully what the team leader said about our project in the next day. A few minutes later, you come and stood in front of me. The first time I realize, how awesome you are !
I didn't care if you said it was love at first sight, or crazy me. That was I feel. Oh my god, I forget if this organization had member like you. What's your name, brother?


We continoued our discussion. I still looked at you. No no no, did not look at me too. Let me be the one who did not focus in this meeting. Perhaps this was my lucky day. I didn't know why, the leader asked us to buy the ingredients for tomorrow, just me and you.


We did happily. We went and spent the time by talking about anything. Your grade, my classmate, and some jokes. One step closer.

###

Now, when I write this story, recognizing my little achievement. I must go against. Do my other plan in another city.

Thank you for giving me sweet memory by crushing you.
Iam sorry to leave you. Hahaha
Nice to meet you and glad to have some chit-chat with you, brother. Remember one thing, you are so cool with glasses.

Tuesday, June 28, 2016

Terimakasih Hari Ini

https://ivanlanin.wordpress.com/2012/02/26/terima-kasih/



Ini bukan sekedar memperpendek jarak diantara kita. Ini tentang caraku membuat mereka tersenyum. Bangga dengan posisiku.


Aku hanya ingin menunjukan bahwa langkah yang kuambil tidak salah. Menangkis kekhawatiran mereka terhadapku. Menunjukan bahwa aku bisa bertahan dan bukan lagi seorang gadis kecil yang minta ditemani untuk pergi ke kamar mandi.


Aku ingin berterimakasih kepada mereka dengan caraku sendiri. Membuktikan bahwa apa yang telah mereka berikan dapat menjadi bekal ku di tanah rantau ini. Membuat mereka mengingatku dengan cara yang berbeda


Bukan berarti aku sengaja meninggalkan mereka karena mereka tak pantas. Inilah caraku hidup bersama mimpi dan passion. Percayalah, kalian selalu memiliki tempat dihatiku. Aku akan kembali untuk mengunjungi kalian, mendengar cerita kalian, dan mengenang masa indah kita.


Ini juga bukan tentang apa yang kupilih dulu tidak baik. Sekali lagi, ini adalah caraku hidup bersama mimpi dan passion. Bersama kalian, perjuangan setahun ini menjadi berwarna. Terimakasih untuk segala hal yang telah kalian berikan, walau belum banyak tawa yang kita ukir.


Disini, aku akan meraih apa yang telah aku impikan.
Merindukan kalian dari sudut yang tak terlihat.


Terimakasih untuk kemarin, hari ini, dan besok.


###

NB : Ini Nala tulis tanggal 22 Juni 2016. Sungguh, tidak ada yang lebih indah kecuali percaya kepada-Nya.