Showing posts with label Naskah. Show all posts
Showing posts with label Naskah. Show all posts

Friday, November 18, 2016

Sajak Balasan

Hasil gambar untuk danbo kirim surat image
http://www.hipwee.com/daripembaca/
Jangan kau pikir hanya kau saja yang merasakan bimbang malam itu. Hampir di setiap malam kau selalu dipikiranku, melayang memenuhi alam imajinasiku.


Aku sempat ingin menanyakan mengapa sikapmu berubah kepadaku, namun ternyata kau yang bertanya lebih dulu.
Kau bingung, aku pun juga.



Aku juga rindu kenangan kita yang selalu kau ungkit-ungkit itu. Aku juga menangis sepertimu.
Ini bukan keinginanku, tapi tiba-tiba kau marah dan berkata ingin pergi.
Aku pun ingin kita bersama, namun kau mulai menghapus harapan-harapan itu.


Kau tuduh aku yang akan menyesal, aku tidak pernah secara sengaja membuat semua ini terjadi.
Bukan hanya kau yang terluka saat kita yang dulu pernah sangat dekat menjadi kaku.
Jangan bawa nama Tuhan dan kau mengaku kau tidak pantas untukku, siapa yang tahu kita pantas untuk siapa


Jangan tuduh aku tidak menyadari segala sikap baikmu kepadaku, aku selalu percaya padamu.
Dan lagi, kau harap aku menyesali semuanya, apa salahku?


Aku tak mengerti dengan jalan pikiranmu, kau menyumpahiku!
Kau katakan aku yang

Saturday, November 5, 2016

Orang Pertama

Hasil gambar untuk siluet bunga mawar
https://nengintanrahayu.wordpress.com/author/nengintanrahayu/page/62/

Aku
Aku keluar dari gua yang kuanggap sangat nyaman selama ini. Mengetahui bahwa dunia luar masih sama kejamnya seperti perkiraanku. Aku berjalan, berlari dan terhenti. Aku menyadari bahwa aku masih sendiri, di dalam ataupun diluar gua. Aku mencoba tertawa, hingga aku sadar semua tawa itu palsu. Aku mencoba melangkah maju, hingga aku tau aku memang tak bisa melupakan masa lalu. Aku terdiam, termenung, bertanya pada siapapun dan apapun yang ingin ku ajak bicara, namun semua diam, mengira aku gila. Tidak, aku tidak gila. Aku memarahi mereka semua yang menganggap aku gila. “aku tidak gila!”

Aku terdiam lagi, mencoba melihat sekitar, hingga kusadari. Seseorang disana menarik perhatianku. Dia cantik, bukan, dia sangat cantik. Aku tak tahu apa, tapi ada perasaan aneh di dekat jantungku, atau memang jantungku yang merasakan semua nya. Berdetak lebih kencang, ada desiran aneh saat melihatnya. Aku bingung perasaan apa ini? Aku baru merasakannya pertama kali. Perasaan apakah ini namanya?
Oh, dia, dia tersenyum kepadaku. Haruskah aku membalas senyumnya. Orang pertama yang baru kutemui selama ini. Memberi kehangatan di dalam jiwa. Apakah memangsemua orang itu baik? Aku baru tahu ternyata dunia luar memang kejam, tapi orang-orangnya baik. Ah, dia masih tersenyum padaku, manis, manis sekali. Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan ? haruskah aku membalas senyumnya? Yaa, aku harus membalas senyumnya.

Aku membalas senyumnya, semanis yang aku bisa. Tidak, dia mendekat kearahku. Sungguh apa yang harus aku lakukan ? aku bingung. Aku takut perasaan apa namanya saat kau takut dihampiri seseorang tapi dalam waktu yang sama kau menyukai itu. Ah, aku tidak tahu. Tapi aku bingung apa yang harus aku lakukan. Aku berjalan mundur. Dia mendekat lagi, aku

Tuesday, September 27, 2016

Saat Kau Pergi (ex naskah drama radio)



@SoloRadio's pict


Saat Kau Pergi

Opung sebagai Dimas
Clara sebagai Aya
Written by EstinaLa( Sololovers)
Edit by Prod. Dansukiman
On Air : 15.04.2016


Segmen 1
Hay selamat malam kamu yang masih aku perjuangkan diam-diam, yang selalu aku doakan tiap sujudku.Aku disini baik-baik saja, semoga kamu jg demikian. Oh iya, kenalinnamaku Aya, aku sekarang masih duduk di kelas 1 SMA,  danaku suka basket. Basket, kalo ngomongin basket mungkin nggak ada habisnya, apalagi kalo udah ngebahas Dimas!


Dimas?Siapa dia?Kamu mungkin belum kenal, nanti kalo kamu pengen kenalan main aja ke lapangan basket di sekolahku tiap sore. Dimas sering tuh latian basket, dia jago banget loh! Kan, kalo udah ngebahas Dimas pasti aku cerita panjang lebar deh! Oke cukup, eh lanjut aja deh tanggung!


Aku tuh suka ngeliatin Dimas main basket dari pinggir lapangan, duduk di