Friday, June 14, 2019

Senyum Tersipu Ini Milikku

Hasil gambar untuk senyum senyum sendiri
http://lawascontra82.blogspot.com/2016/02/hal-yang-membuat-kita-senyum-senyum.html

Terimakasih sudah pernah hadir
Kau sukses membuatku tersenyum-senyum sendiri semalam
Berteriak histeris saat melihat namamu ada diurutan teratas pesanku

Terimakasih telah membuat hati yang sudah mulai melupa kembali tertawa
Ada sungging senyum yang bertahan hingga pagi ini
Yang ingin kutularkan kepada semua orang namun tak tau bagaimana caranya

Thursday, June 13, 2019

Aku (Tak) Ingin Menikah

Image result for siluet berpisah
https://prelo.co.id/blog/menyikapi-perpisahan-dengan-bijak/

Seperti kau yang tidak pernah menganggap ulang tahun adalah hal penting, aku juga tidak menganggap penting sebuah pernikahan.

 ###

Beberapa orang mungkin telah membayangkan kehidupan pernikahan mereka bahkan sebelum mereka belum memiliki pasangan. Itu yang ku alami juga, dulu.

Aku anak tunggal, ayah kerja di luar kota, pulang dua minggu sekali. Mama bekerja. Walaupun begitu, aku bukan anak yang kekurangan kasih sayang orang tua. Aku sering menghabiskan waktu bersama mereka di sela-sela waktu mereka. Aku bahagia. Cukup itu.

Namun semakin kesini semakin aku mengerti apa yang kurang dari keluarga yang aku anggap “baik-baik saja”. Orangtua ku jarang mengekspresikan bentuk cinta dan sayang mereka dalam bentuk yang manis-manis. Seperti pelukan, ucapan sayang, dan cium. Mereka jarang melakukan itu. Aku sungguh tidak masalah, namun ternyata itu berpengaruh padauk ketika aku mulai mengenal apa itu jatuh cinta dengan lawan jenis.

Aku belum pernah memiliki pacar atau menjalin hubungan intens dengan seorang pria, satu-satunya cowok yang mulai kusuka adalah kakak tingkat dan membuatku mengubah keputusan untuk menjalin komitmen selamanya,

Aku mulai menyukainya sejak masuk sekolah menengah pertama. Dia anak OSIS yang menjadi panitia ospek. Dia ketua panitia. Mataku langsung tertuju kepadanya saat dia memberikan intruksi kepada siswa baru. Akuyakin, banyak siswa baru yang tertarik juga dengannya. Dan aku sadar aku bukan siapa-siapa, hanya siswa baru dengan penampilan dekil, tidak mengambil bagian penting dalam kelompok, dan tidak menarik. Tak ada kesempatan bagiku untuk diliriknya sebentar saja.

Tiga tahun aku menahan rasa kepadanya, lulus SMP aku biarkan perasaan ini tetap terbenam dihati. SMA pun aku tak tertarik dengan pria lain, hatiku masih bertahan padanya dan menunggunya. Siapa sangka, masuk kuliah, kami satu kampus, satu jurusan!

Semua dimulai dari sini, kenangan menjadi mahasiswa baru dan panitia ospek terulang lagi. Dia ketua panitia, lagi. Pun dengan aku, mahasiswi yang tidak menonjol dan tidak menarik, walaupun sudah tidak dekil. Tapi kali ini berbeda, entah mengapa dia menjadi sangat ramah kepada semua mahasiswa baru, termasuk aku. Dia menyapaku ramah, seperti panitia yang lain. Betapa senangnya hatiku walaupun sapanya bukan untukku saja. Tapi itu cukup untuk membalas penantianku 6tahun lamanya memendam rasa untuknya. Di akhir masa ospek entah bagaimana bisa, kami mulai dekat, terlibat beberapa perbincangan. Aku yang dulu pendiam sudah mulai terbiasa untuk terbuka dan berbicara banyak dengan orang-orang baru. Mungkin itu satu factor yang membuat kita dekat.

Aku bercerita kepadanya bahwa dulu kita satu sekolah saat SMP. Bagaimana dulu dia terlihat sangat cool dan aku mengaguminya. Dan aku biasa saja ketika membeberkan semuanya, aku tumuh menjadi pribadi yang sangat terbuka, mudah bergaul, dan periang. Tapi tiba-tiba aku mendadak gagap ketika dia mulai bertanya,

“sekarang gimana?”

Aku mendadak menjadi patung, tidak mungkin jika aku mengaku perasaanku padanya masih sama seperti enam tahun yang lalu, tidak mungkin aku bercerita jika tidak ada laki-laki lain yang ada dipikiranku selain dia selama itu. Aku bodoh dalam hal begini.

“ya … nggak gimana-gimana” aku hanya menjawab seperti itu dengan nyengir kuda. Sejak saat itu kami mulai dekat, sering berkirim pesan, sering pergi berdua, tapi tanpa suatu ikatan diantara kita. Aku pun yakin lebih baik hubungan seperti ini daripada terlalu jauh, aku tidak tertarik untuk menjadi pacarnya walau aku sangat tertarik padanya.

Berjalan dua tahun pertemanan kami. Aku sudah melabuhkan hatiku padanya. Sampai akhirnya kabar itu tiba.

“Nay, kemarin mas Dewa nonton sama kamu?”
“nonton?”
“iya, kemarin mas Dewa posting story tiket nonton berdua”
“ow, bukan sama aku kok”

Jantugku langsung berdetak kencang, dadaku sesak. Aku buru-buru melihat storynya, sial, ada emoticon love. Di malam ulangtahunku dia pergi bersama orang lain? bahkan dia belum mengucapkan selamat kepadaku.

Aku berlari ke kamar mandi, menahan air mata yang terbendung lagi. Keluar dari kamar mandi jelas semua, siapa yang pergi Bersama mas Dewa semalam. Aku melihatnya dengan seorang wanita sedang bercanda ditangga, berpegangan tangan. Mas Dewa melihat kearahku, raut mukanya berubah, dia menyapaku dengan gagap, tapi genggamannya tak dilepas.

Aku melangkah meninggalkannya, hanya tersenyum, inginku kembali ke kamar mandi, tapi kakiku terlanjur maju berlawanan arah. Sial.

Sejak saat itu keputusanku untuk tidak memiliki ikatan adalah benar, untuk apa menikah? Bukan aku tidak tertarik dengan lawan jenis setelah ini, hanya menjadi sendiri sudah cukup bagiku. Toh mama juga bisa bertahan walau ayah bekerja. Mama bisa merawaku sendiri. Lagipula untuk apa sebuah ikatan jika tidak menjamin kita akan  bertahan selamanya dengannya?

Seperti kau yang tidak pernah menganggap ulang tahun adalah hal penting, aku juga tidak menganggap penting sebuah pernikahan.

Wednesday, June 12, 2019

Strategi Pembelajaran bagi Anak dengan Sindrom Autis

Hasil gambar untuk pengajaran autis
https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/autisme/perawatan-terapi-autisme/


Kemarin saya telah menuliskan sedikit penjelasan tentang definisi dan jenis-jenis autis. Jika teman-teman belum sempat membacanya maka teman-teman bisa membacanya dengan meng-klik artikel ini. Apakah Autis Menular?

Anak yang memiliki sindrom autis ini memiliki ksulitan dalam bidang bidang empati dan komunikasi social. Lalu bagaimana strategi pembelajaran yang cocok bagi mereka?

Menyesuaikan Strategi Pengajaran
1. Struktur dan Rutin
Menghadirkan anak autis dengan jadwal harian individual yang menggambarkan apa yang akan terjadi pada setiap waktu di hari sekolah adalah dukungan yang berguna dan mengurangi stres bagi anak.


Tuesday, June 11, 2019

Apakah Autis Menular?



Hasil gambar untuk sindrom autis
https://www.mamibuy.co.id/talk/article/63214
Autisme merupakan gangguan yang memengaruhi perkembangan sosial dan kemampuan anak untuk berkomunikasi. Perilaku yang tidak biasa yang ditunjukan seperti gangguan motoric berulang (repetitive). Sejak tahun 1990 autisme sudah menjadi kategori terpisah dalam IDEA (Individuals With Disabilities Education Act), sehingga kelainan-kelainan lainnya yang sama seperi autis dikategorikan dalam satu istilah yaitu ASD (Autisme Spectrum Disorder) atau pervasive development disorders. Kelainan yang termasuk dalam kategori ASD memiliki karakteristik sesuai dengan tingkat keparahan tiga area yaitu kemampuan komunikasi, interaksi sosial dan pola perilaku yang repetitif dan stereotip.

Secara singkat, terdapat lima kelaian atau gangguan dalam ASD:
1.  Autisme, penarikan diri yang ekstrem dari lingkungan sosial, adanya gangguan komunikasi, tingkah laku atau pola perilaku yang terbatas dan berulang (stereotip) yang muncul sebelum usia 3 tahun. Gangguan ini lebih banyak di alami oleh anak laki-laki daripada anak perempuan.
2.     Asperger Syndrome, Gangguan yang mirip dengan dengan autisme atau dapat disebut juga sebagai mild autism (autis tingkat ringan) tanpa gangguan signifikan dalam kognisi dan bahasa. Anak dengan gangguan AS ini memiliki tingkat intelegensi yang tinggi dan komunikasi yang lebih baik tetapi kesulitan dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial
3.    Rett Syndrome, Sindrom ini sering terjadi pada anak perempuan yang muncul di usia 7-24 bulan. Pada sindrom ini anak mengalami kemudunduran berupa hilangnya kemampuan gerakan tangan yang bertujuan serta keterampilan motorik yang telah terlatih seperti membahasi tangan yang berulang dengan air liur.
4.   Childhood Disintegrative Disorder, Perkembangan anak di usia 2-10 tahun termasuk dalam normal. Namun di kemudian diikuti kehilangan kemampuan yang signifikan. Munculnya gangguan fungsi sosial, komunikasi dan perilaku yang dapat bersifat progresif dan menetap. Sebagaian anak yang menderita gangguan ini disertai dengan gangguan retardasi mental.
5.   Pervasive Developmen Disorder Not Otherwise Specified (PDD-NOS), Individu yang memiliki perilaku autis yang termasuk dalam tingkatan yang lebih rendah atau baru muncul setelah usia tiga tahun atau lebih.

Apakah penyebab sindrom autis?

Beberapa tahun yang lalu, penyebab autisme masih merupakan misteri. Sekarang, berkat alat kedokteran yang semakin canggih, diperkuat dengan autopsi, ditemukan beberapa penyebab, seperti kelainan neurologis pada susunan saraf pusat (otak), masalah genetic, masalah selama kehamilan dan kelahiran, keracunan logam berat, terinveksi virus, vaksinisasi, kelebihan peptida opitoid.


Lalu apakah sindrom autis ini menular?

Jawabanyya jelas, Sindrom autis bukanlah penyakit menular seperti IMS ataupun penyakit yang bisa menular melalui media-media tertentu. Autis tidak menular.
Namun perilaku-perilaku yang ditunjukan oleh orang yang terkena gangguan autis seperti gerakan motoric yang berulang, pandangan mata, komunikasi, dapat ditiru dan diprakatekkan oleh orang lain (modelling). Bahkan tidak jarang setelah kita melihat film atau melihat orang yang terkena gangguan sindrom autis ini akan ada beberapa gerakan yang tanpa sengaja atau dengan sengaja kita ikuti. Biasanya perilaku-perilaku yang diikuti adalah gerakan motoric yang berulang atau repetitive.





Sumber :
Samuel Kirk, Educating Exceptional Children
Hallahan & Kauffman, Handbook of Special Education
Mangunsong, Psikologi dan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Sunday, May 5, 2019

Keyla Series : Keyla dan Gosip Tentangnya



Image result for siluet psikopat
https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3896723/terungkap-tanda-tanda-yang-ditunjukkan-oleh-seorang-psikopat

















Jelas sekali, aku masih ingat sore itu Keyla tersenyum padaku, tapi senyum yang berbeda.

###

Siang itu aku harus menemui Andi, menyelesaikan maket yang harus dikumpulkan lusa. Kami telah bersepakat untuk mengerjakannya di ruang laboratorium. Andi telah berada disana ketika aku datang. Aku menyapanya dan menaruh tas di dekat pintu, mulai berdiskusi dengan Andi.

Hampir dua jam kami menyelesaikan maket, Andi rekan yang sangat menyenangkan, dia pekerja keras, humoris, dan penyayang. Sayangnya ada gosip yang tidak mengenakan tentang Andi, yaitu pacarnya, Kayla. Kayla bukan anak terkenal di kampus, dia cenderung pendiam dan terlihat seperti orang biasa. namun dikalangan anak-anak angkatanku Kayla terkesan "aneh" mereka bilang Kayla memiliki gangguan jiwa, semacam psikopat. aku sebenarnya tidak terlalu percaya dengan apa yang diomomngkan oleh orang-orang, karena sejauh ini hubunganku dengan Kayla baik-baik saja, ya mungkin karena kami juga tidak terlalu banyak terlibat dalam suatu kegiatan.

Beberapa gosip mengatakan bahwa dia orang yang sangat posesif dengan pacarnya, bahkan tidak tanggung-tanggung dia bisa menyelakai orang yang dia pikir akan merebut pacarnya itu.
Hmm, Aku jadi deg-degan mengerjakan tugas bersama Andi seperti ini.


Saturday, April 27, 2019

Aborsi bagi Wanita

Image result for siluet kehamilan tidak diinginkan
https://health.detik.com/ulasan-khas/d-2162940/saat-mengalami-kehamilan-tidak-diinginkan-belajarlah-untuk-menerima

Aku dulu pernah ingin digugurkan dari kandungan mama. Tapi bukan mama yang menginginkan itu.

###

Apa si yang ada dipikiran teman-teman ketika mendengar kata “aborsi?”
Zina, anak haram, sakit, illegal, darah, dukun, penggugurkan, pembunuhan bayi, dan tentunya masih banyak hal lain lagi yang teman-teman pikirkan dan belum saya sebutkan.

Berdasarkan WHO sendiri aborsi adalah penghentian kehamilan sebelum janin berusia 20minggu.
Sedangkan menurut KUHP sebelum berat janin mencapai 500gram. Atau juga dikatakan dari sumber lain ketika janin tersebut dikeluarkan dia belum bisa hidup mandiri.

Lalu bagaimana jika janin tersebut tidak berkembang atau telah meninggal di dalam kandungan di atas usia 20 minggu pertama kehamilannya? Apakah tetap disebut aborsi? Hal tersebut dinamai abortus incomplete.

Saturday, April 13, 2019

Ketika Suami Bukan Pendengar yang Baik



https://www.fimela.com/lifestyle-relationship/read/3728437/bagaimana-menjadi-pendengar-yang-baik-dalam-hubungan-cinta

Suatu hari dalam perjalanan dari Klaten menuju Jogjakarta saya menabrak motor di depan saya. Sebenarnya bukan menabrak secara harfiah, namun stang motor saya menyenggol stang milik pengendara tersebut. Ternyata pengendara itu adalah seorang ibu dan anaknya. Motor si ibu tersebut jatuh, otomatis sama meminggirkan motor dan menolongnya. Kami menepi dan memeriksa apakah ada yang terluka dengan si ibu dan anaknya. Alhamdulillah, si ibu baik-baik saja dan kondisi si anak juga tidak terlalu parah. Singkat cerita si ibu mengajak kami kerumahnya, untuk diselesaikan dengan damai oleh suaminya. Diperjalanan menuju rumahnya tak henti-henti si ibu yang sambil menggendong anaknya ini mengatakan untuk berkata bahwa tadi mereka tidak lewat jalur pulang yang biasanya karena mau membeli ayam, dan berkata kepada si anak untuk berkata seperti itu jika ditanya oleh ayahnya. Si ibu juga menjelaskan agar tidak menceritakan hal yang sebenarnya kepada sang ayah karena takut nanti dimari oleh ayahnya.


Saya tidak mengerti kenapa si ibu harus berbohong. Maksud saya, jika kronologinya seperti ini kan ibarat saya yang salah. Sesampainya dikomplek perumahan pun ibu itu tidak langsung ke rumahnya, namun ke rumah seseorang yang dipanggil “om” untuk menemaninya menemui suaminya. Ada apalagi ini?