Tuesday, August 2, 2016

Keluarga dan Himpunan Mahasiswa

Ini logo keluarga saya. mana punyamu? :D


Kisah ini tertulis setelah membaca pesan dari suhu kita, Bang Syaiha. “isi aja sembarangan, yang penting ada” katanya ketika menanyakan kabar blog murid-muridnya dan untuk itu saya tulis kisah ini. Semoga terhibur, terinspirasi atau bahkan tersandung bosan. Hahaha, jangan pliss.


###


Buat teman-teman pasti pernah sekolah dong ya. Biasanya kalau udah disekolah, awal-awal masuk pasti ada bapak atau ibu guru yang bilang “kita ini keluarga, kalau disekolah bapak ibu guru ini jadi orang tuamu, temen-temen mu itu jadi saudaramu”. Walaupun dikampus gak ada yang bilang kayak gitu, tapi disini saya menemukan sebuah keluarga, himpunan mahasiswa jurusan.


Terlepas dari bapak dan ibu dosen yang super baik (ini serius) ada pula yang kami tuakan di himpunan ini. Pasti teman-teman juga memiliki sebutan untuk petinggi-petinggi organisasi. Biar kuceritakan siapa saja mereka :D


Yang pertama kita panggil “Ayah”, seorang laki-laki yang menjabat sebagai ketua himpunan. Karena dia pemain drama apalagi kita jurusan sastra. Jadi, ayah ini tingkahnya penuh dengan drama. Pertama kali ketemu dia itu waktu ospek jurusan. Ayah jadi mahasiswa pendamping kelompok saya, sedikit aneh melihat tingkahnya hhhahaha. Tapi dia baik untuk menjadi seorang leader.


Yang kedua “Om”. Ga ada spesifikasi jelas untuk siapa panggilan ini. Tapi pertama kali saya mendengar kata ini, seseorang semester 10 yang mendapat julukan romantis ini. Setelah event besar jurusan, seorang ketua panitia berhasil dipanggil Om. Dan untuk selanjutnya, semua orang yang menjadi ketua panitia akan mendapat julukan “Om”


Masih banyak julukan yang lain pasti, entah karena saya lupa atau belum pernah mendengar, tapi saya hanya ingat 2 itu saja. Hahaha. Disini saya merasakan bahwa hidup tidak perlu diisi dengan segala macam pencitraan dan topeng. Kau bebas melakukan apapun yang kau suka, akan selalu ada orang yang mengingatkanmu tanpa membencimu. Bukankah begitu keluarga? Itu yang saya terima di himpunan ini.


Karena suatu sebab saya harus pamit dari himpunan ini. Kau tau kawan bagaimana rasanya berpisah dengan orang-orang yang dapat membuatmu senang dan sedih secara bersamaan? Semua terlalu sulit.


Terimakasih untuk semua kakak-kakak dan saudara saya. Seneng bisa kenal kalian, apalagi kamu (yang terakhir abaikan).
Semoga kita masih punya banyak waktu untuk membuat kenangan yang berarti lagi.
Teruntuk Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra IAIN Surakarta. Nothing can replace you all :)



Btw, gimana sama keluargamu di sekolah? :D

Wednesday, July 20, 2016

The Man with Glasses (Part 2)



https://id.pinterest.com/pin/371406300494757964/




Today, in a big project of my organization, the luck comes.
My third meeting with him, the man with glasses, happen. Yaa, lucky me.


###


I still remember our last meeting, saveral days ago. When we discussed for this event. You greet me first, asked my condition. Did you know that it make me so happy?

###

Now, you are beside me. Accompany me be a recepsionist for this event. Talk to you make my heart beat fast. Hemm, I remember one song by The Bangles.

Do you feel my heart beating, do you understand?
Do you feel the same, am I only dreaming?

At the same day, I get one information that makes me sure to go. Yaa, once I said that I would leave you. This opportunity force me to move. (oh my God, did I say “force”?). It is my dream and I hope will not change. I have dreamed it for a few years before. When I get it, I will not let it go, will me?


Sadly to say that we have to seperated by space. We hevent created many memories. Perhaps, it is the way to make me easy to forget you. Hahaha. I hope we have many chance to meet.


I think it will be nice day when we have known each other. We can be a good friend and I will have a sweet memory with you. But, the fact shows the opposite. In the end of the event, you go without permission. Not only with me but also with others. You know that it is not good anymore and make me little sad.


Or maybe you want me to go without farewell?



Say my name, sun shines through the rain.
A whole life so lonely, and then you come and ease the pain. 
I don't want to lose this feeling. (The Bangles- Eternal Flames)







Saturday, July 9, 2016

The Man With Glasses

http://aprillona.blogspot.co.id/2011/11/danbo-si-muka-datar.html

Iam never interested with them, men with glasses. Never, till you come. Like others think and so many stereotypes about you and your twins. I think so.
Yaa, so many stereotypes. Bad and good. True and false. But I think, you have most of the good ones. Hahaha.

This is me. The girl with glasses trying to catch your attention, man with glasses.

###

Nothing special in our first meeting. You sat in another side when I was interviewed by other people. You shook my hand saying congratulation on my succes entered the same organization with you. At that time, I hadn't known you anymore. Even your name.


Saveral weeks later, our second meeting.
I sat on stairway. Listened carefully what the team leader said about our project in the next day. A few minutes later, you come and stood in front of me. The first time I realize, how awesome you are !
I didn't care if you said it was love at first sight, or crazy me. That was I feel. Oh my god, I forget if this organization had member like you. What's your name, brother?


We continoued our discussion. I still looked at you. No no no, did not look at me too. Let me be the one who did not focus in this meeting. Perhaps this was my lucky day. I didn't know why, the leader asked us to buy the ingredients for tomorrow, just me and you.


We did happily. We went and spent the time by talking about anything. Your grade, my classmate, and some jokes. One step closer.

###

Now, when I write this story, recognizing my little achievement. I must go against. Do my other plan in another city.

Thank you for giving me sweet memory by crushing you.
Iam sorry to leave you. Hahaha
Nice to meet you and glad to have some chit-chat with you, brother. Remember one thing, you are so cool with glasses.

Friday, July 1, 2016

Go to campuss, Is it important?

https://sariatussholiha.wordpress.com/2013/02/27/

Graduated from senior high school, usually people will enter university. But, many people can not continou their study to the university for several reasons, financial difficulties or want to get job quickly.


Deeper from those considering, go to campuss is a dream for some people. They will to enter favourite university and major that they want. Being a scholar, they think they will get great job in top companies. People also think if you want to reach your dream you should enter university.


Being a scholar, you will have to take consequences. Many assignments, sleep too late, much activities, far from family, and sometimes can lead you get stress. In other hand, you will get beautiful experiences. Have many friends, go to new place, learn new thing, and if you join with some organitation in campuss you will get more.


People think that go to campuss is not important. It is supporrted by many success people outside that did not go to campuss. Well, I see that is true. But we must know what make it happen. Will we be a succesful person if we do not go to campuss too? I do not know.


Many success person there have different ways to reach their dream. They love reading book, join workshop, and discuss with expert. It is not equal with us who just sit and listen in campuss.
They also like to try everything, learning by doing, never give up when they fail and try more.


By go to campuss, people might get a good future. Having a good potition in great company and making a lot of money. Many job vacancy's requirement from top companies is post graduate person. This entrance requirement only can be entered by people who go to campuss


For women, something educational stimulates them to know more how to care they children. The hardest thing to be a mother is characther building. Moms have to build a good characther. Actually, every mom wants their children to be a life ready person. If the mom have no imagine about it how can educate to children. So, mom must need special skill to care and educate their children. The way to get it is have insight and knowledge by go to campuss.


However, go to campuss is more than just take the academical knowledge. It will be usefull in our life. Go to campuss allows us become educational and have more insight. So, you do not need to think twice to go to campuss.  

Tuesday, June 28, 2016

Terimakasih Hari Ini

https://ivanlanin.wordpress.com/2012/02/26/terima-kasih/



Ini bukan sekedar memperpendek jarak diantara kita. Ini tentang caraku membuat mereka tersenyum. Bangga dengan posisiku.


Aku hanya ingin menunjukan bahwa langkah yang kuambil tidak salah. Menangkis kekhawatiran mereka terhadapku. Menunjukan bahwa aku bisa bertahan dan bukan lagi seorang gadis kecil yang minta ditemani untuk pergi ke kamar mandi.


Aku ingin berterimakasih kepada mereka dengan caraku sendiri. Membuktikan bahwa apa yang telah mereka berikan dapat menjadi bekal ku di tanah rantau ini. Membuat mereka mengingatku dengan cara yang berbeda


Bukan berarti aku sengaja meninggalkan mereka karena mereka tak pantas. Inilah caraku hidup bersama mimpi dan passion. Percayalah, kalian selalu memiliki tempat dihatiku. Aku akan kembali untuk mengunjungi kalian, mendengar cerita kalian, dan mengenang masa indah kita.


Ini juga bukan tentang apa yang kupilih dulu tidak baik. Sekali lagi, ini adalah caraku hidup bersama mimpi dan passion. Bersama kalian, perjuangan setahun ini menjadi berwarna. Terimakasih untuk segala hal yang telah kalian berikan, walau belum banyak tawa yang kita ukir.


Disini, aku akan meraih apa yang telah aku impikan.
Merindukan kalian dari sudut yang tak terlihat.


Terimakasih untuk kemarin, hari ini, dan besok.


###

NB : Ini Nala tulis tanggal 22 Juni 2016. Sungguh, tidak ada yang lebih indah kecuali percaya kepada-Nya. 

Pengumuman SBMPTN, Persiapkan Dirimu

http://www.ptn.web.id/2016/06/pengumuman-hasil-kelulusan-sbmptn.html

Gak kerasa udah tinggal beberapa jam lagi pengumuman SBMPTN. Gimana perasaan teman-teman?
Deg-degan, biasa aja, atau malah sangat optimis?


Dulu waktu Nala nunggu pengumuman biasa aja, tapi pas hari H, hemmm mashaAllah.
Tapi kita tahu bahwa peluang SBMPTN itu tidak terlalu besar, berpikir optimis boleh saja, namun kita juga harus siap-siap dengan segala resiko terburuknya.


Kita tidak hanya bergantung pada hasil SBMPTN namun juga harus memiliki rencana lain. Seperti kata orang, ketika rencana A tidak berhasil, masih ada 25 huruf lagi. Itu artinya kita harus memiliki rencana lain yang telah kita pikirkan sebelumnya. Bukan menakut-nakuti, ini bekerja sebagai antisipasi jika memang kita belum beruntung.


Seperti percakapan dengan salah satu teman saya yang sudah kuliah namun tahun ini mengikuti tes SBMPTN lagi.


Saat Nala tanya bagaimana persiapan nya menunggu hasil SBMPTN dia menjawab bahwa dia sangat optimis, namun saya memberi pertanyaan lain. Bagaimana jika akhirnya dia tidak lolos. Dia menjawab akan mengikuti ujian mandiri. Yang saya bingung adalah, dengan segala kesiapannya untuk menduduki jurusan impian, sampai sekarang dia masih aktif mengikuti kuliahnya saat ini. Saya tidak paham dengan yang ini.


Teman-teman pasti tahu rasanya ditolak tes masuk perguruan tinggi, sangat menyakitkan. Terlebih perguruan tinggi yang sangat kita ingini. Rasanya hampir sama ketika kau tahu bahwa dirimu gagal lolos SNMPTN. Sedikit lebih sakit, karena satu lagi jalan menuju kampus tercinta tertutup.


Sungguh, berlama-lama dengan-Nya adalah hal yang paling mujarab saat kau merasa apa yang telah kau lakukan tak berarti apa-apa. Sia-sia.


Hidup bukan hidup tanpa ujian. Tidak gampang Nala mengatakan ini karena Nala berulang kali tidak lolos ujian masuk perguruan tinggi, hahahha. Beginilah hidup, banyak kejutan.


Karena banyak kejuatan itulah. Kita selalu berharap bahwa lolos SBMPTN akan menjadi kejutan terindah di bulan Ramadhan tahun ini. Aamiin :)



Semoga kita memang benar mendapat kejutan yang terindah ini. Sukses buat kita semua.



###


Cek hasil baikmu disini. :)

Thursday, June 16, 2016

Hati - Hati dalam Berprasangka

Ngaca dulu yukk
Dulu, saya membenci orang yang selalu menyalahkan anggota dalam kelompok mereka sendiri. Mereka sering menyalahkan sikap orang lain yang tidak bekerja maksimal dalam sebuah tim. Aku pikir itu penilaian yang sangat subjektif, ya walau memang ketika kita menilai orang lain jarang sekali bersikap objektif, tapi tidak seburuk itu juga kan.


Bisa jadi, orang yang selalu mereka nilai buruk itu memang tidak tahu apa yang harus dilakukan dan tidak cukup berani untuk bertanya. Ini tugas ketua tim untuk mampu merangkul semua anggotanya. Adapula yang menilai bahwa anggota mereka tidak becus dalam bekerja namun hanya menilai tanpa mampu memberi penyelesaian.


Seorang teman pernah mengeluhkan bahwa organisasi yang dia ikuti tidak ada rasa kekeluargaanya dan solidaritas yang membuat dia bersedih. Dia mencurahkan isi hati nya ini dalam sebuah status di media sosial. Menurut saya ini terlalu berlebihan untuk dikeluhkan. Bukankah biasanya setiap oraginasasi memiliki masalahnya sendiri?



Bahkan ketika saya masuk ke sebuah UKM baru di kampus. Kesenjangan antara saya dan dengan angkatan sebelumya sangat terasa, berbeda ketika saya berada dalam organisasi di SMA namun itu tidak lantas membuat saya mengeluhkan keadaan ini.


Pengalaman berbeda saya rasakan akhir-akhir ini. Saya membuat tim untuk sebuah project yang menurut saya sangat penting. Entah mengapa, saya dan anggota-anggota saya tesebut tidak mampu bekerja sama dengan baik.


Saya pikir tugas masing-masing individu sudah cukup jelas, namun kami tak kunjung mendapat progress untuk projek ini. Hingga saya tak tahan dan membuat status sedikit mengeluh di media sosial. Oh, itu hal yang berlebihan.


Ini membuat saya berpikir, walaupun saya seorang wanita “koleris” ternyata tak cukup cakap membawa kedua rekan saya pada tujuan yang kami harapkan.


Hari lain, kami berhasil bertemu dan membahas projek ini bersama-sama untuk pertama kalinya. Disini saya menemukan bahwa saya telah salah menilai teman-teman saya. Mereka menyenangkan untuk diajak berdiskusi dan dalam kalimat-kalimatnya mereka juga dapat diandalkan.


Saya mulai merubah cara pandang saya terhadap mereka dan itu membuat kami bekerja lebih baik.

Kadang, kita terlalu dini menilai orang lain.

###


NB : Pada akhirnya saya memutuskan untuk mundur dalam project ini.