Sunday, October 2, 2016

Sampai Disini



Hasil gambar untuk danbo pergi
https://irmanisedikit.wordpress.com/tag/cinta-bertepuk-sebelah-tangan/



Apa ini sudah waktunya bagiku untuk berhenti menunggumu?
Aku tak tau mengapa, tapi semuanya telah berbeda
Tak ada lagi desir dihati saat ku dengar namamu disebut
Senyum ini pun tak lagi sama saat kulihat gambar dirimu

Sampai Disini



Hasil gambar untuk danbo pergi
https://irmanisedikit.wordpress.com/tag/cinta-bertepuk-sebelah-tangan/



Apa ini sudah waktunya bagiku untuk berhenti menunggumu?
Aku tak tau mengapa, tapi semuanya telah berbeda
Tak ada lagi desir dihati saat ku dengar namamu disebut
Senyum ini pun tak lagi sama saat kulihat gambar dirimu

Tuesday, September 27, 2016

Saat Kau Pergi (ex naskah drama radio)



@SoloRadio's pict


Saat Kau Pergi

Opung sebagai Dimas
Clara sebagai Aya
Written by EstinaLa( Sololovers)
Edit by Prod. Dansukiman
On Air : 15.04.2016


Segmen 1
Hay selamat malam kamu yang masih aku perjuangkan diam-diam, yang selalu aku doakan tiap sujudku.Aku disini baik-baik saja, semoga kamu jg demikian. Oh iya, kenalinnamaku Aya, aku sekarang masih duduk di kelas 1 SMA,  danaku suka basket. Basket, kalo ngomongin basket mungkin nggak ada habisnya, apalagi kalo udah ngebahas Dimas!


Dimas?Siapa dia?Kamu mungkin belum kenal, nanti kalo kamu pengen kenalan main aja ke lapangan basket di sekolahku tiap sore. Dimas sering tuh latian basket, dia jago banget loh! Kan, kalo udah ngebahas Dimas pasti aku cerita panjang lebar deh! Oke cukup, eh lanjut aja deh tanggung!


Aku tuh suka ngeliatin Dimas main basket dari pinggir lapangan, duduk di

Friday, September 2, 2016

Berhenti Terlihat Lemah!





Saya lupa kapan pembicaraan ini terjadi, yang saya ingat di ruang keluarga itu ada saya, kakak saya, dan ibu saya. Kami membicarakan tentang ujian akhir nasional dengan segala isunya. Lalu saya berkata,

“Besok kalau aku ujian nasional aku pengen jadi kurus ah. Ngerasain gimana ujian yang berat” itu saya ucapkan karena banyak isu-isu yang beredar bahwa ujian nasional memang terkenal berat dan menjadi beban pikiran siswanya. Tapi ternyata kakak saya berpendapat berbeda.

“kalau aku gak mau kurus, aku pengen kayak gini aja, biar orang berpikir aku gak lemah’
Deg, saya terpaku dengan jawabannya.


XXX


Dan sekarang saya kembali mengingat pembicaraan itu, ketika saya mulai merasa mengambil keputusan yang hampir salah. Yaa, belum seutuhnya salah karena saya belum berpikir dengan kepala dingin, masih terbawa emosi, dilema, dan kesedihan.

Tidak setiap hari memang, namun sejak saya mengambil keputusan yang membuat saya dilema berat, saya mulai galau dan merasa apa yang saya ambil kurang benar. Saya sering mengabarkan keadaan saya yang rindu dengan masa lalu saya dan banyak membanding-bandingkannya, terlebih di media sosial. Itu membuat saya terlihat lemah bahkan di mata saya sendiri.

Perjalanan pulang dari kampus membuat saya berpikir bahwa saya tidak boleh seperti ini terus, saya tidak boleh terlihat lemah di depan orang-orang dan saya sendiri. Saya harus mulai berhenti membanding-bandingkan masa lalu dan apa yang telah saya ambil sekarang. Saya harus berhenti mem-posting kata-kata rindu. Biarkan yang lalu menjadi kenangan dan bukan luka yang menghambat langkah saya. Seperti apa yang pernah dikatakan Tere Liye, hukuman yang paling menyedihkan adalah mengabaikannya, untuk itu saya juga akan menghukum luka ini denhgan mengabaikannya.

Setidaknya dengan apa yang pernah saya post beberapa hari lalu membuat saya lega telah meluapkan segalanya.

Buat teman-teman yang tidak ingin terlihat lemah, mulailah berhenti mengeluhkan keadaan terlebih dengan tidak menyebarnya di media sosial. Keep spirit buat kita semua.




Tuesday, August 30, 2016

Surat Rindu

Hasil gambar untuk amplop surat rindu
https://kulihatkurasakudengar.wordpress.com/page/151/


Teruntuk kau yang kurindukan,

Dulu, kalian bilang jika ada sesuatu tinggal bilang, jangan putus komunikasi, ada apa-apa kasih kabar, benar-benar menjanjikan. Tapi kini disaat aku benar-benar merindukan kalian, pesanku hanya menjadi bahan bacaan berbalas satu –dua tak berlanjut.


Aku tau aku telah membuat dirku sendiri menjadi orang lain diantara kita. Aku yang memutuskan untuk pergi. Tapi kau tahu kan ini pilihan yang sulit, aku belum mampu melepas pikiranku dari kalian.


Seandainya kalian tahu dan jika boleh aku bercerita. Di tempat baru ini, sangat sulit bagiku menahan sesak ingin bertemu. Rindu yang semakin hari semakin menumpuk, tak juga luntur bahkan ketika kita kembali bertemu. Dan ketika aku tahu, setiap pertemuan yang terjadi setelah kata pamit dulu, akan ada perpisahan yang semakin menambah sesak di dada.


Tangis ini, jika saja mampu menghapus kerinduanku kepada kalian, akan kubiarkan semalam suntuk  air mata mengalir. Namun nyatanya, menangis hanya membuatku semakin mengenang kalian dan mengantarku pada tidur malam. Hingga aku terbangun di keesokan harinya dan kembali mengingat kalian.
Aku tahu ini tak boleh berlanjut semakin parah, tapi sampai saat ini aku masih memikirkan cara terbaik untuk tidak memikirkan bahkan merindukan kalian. Tenang, aku tak bisa melupakan kalian. Setidaknya itu perkiraanku saat ini. Hhahaha.


Dengan surat ini, walau hanya sedikit, setidaknya perasaanku mulai membaik. Mengharap kalian akan membaca dan membalas surat ini tentu akan sangat membuatku senang. Terlebih jika kalian mengirimiku pesan pribadi(modus). Ah, menulis memang obat mujarab untuk menyampaikan persaan.
Terimakasih telah membaca surat ini. Walau kalian tidak membalasnya, setidaknya kalian tahu kalian masih sangat berarti untukku.


Salam rindu

Penulis

Monday, August 8, 2016

The Man with Glasses (part3)

http://firdart.blogspot.co.id/

Let her go and realize me.


Finnaly I can see you again, after you went to another city without say goodbye in previous meeting. It is our fifth meeting and you sit down beside me. Yaa, as usual, my heart beat fast. Because we have to discuus about the next project we can meet.


There is a rose in my bag. I get it from another organization when they promote their event. You wonder from who I get it. It is enough to make you jealous. Hhaha.
Ah jealous, reminder me with my mistakes. Saveral times ago, I got your social media account then I knew some fact about your love story. I regret ever doing that.


XXX


Well, I wont give up on usEven if the skies get roughI'm giving you all my loveI'm still looking up (Jason Mraz)


You choose this song when you get broken heart. Do you know what I feel everytime I listen that song? When I realize that you work hard to keep faith with your ex-girlfriend. I don't know why, but it makes me little hurt. I'm not jealous with your ex-girlfriend, she is just your past. How you fight for your love that makes me jealous.
It better for you to stop fighting for your love now. Hahaha. Let her go!


You see her when you close your eyesMaybe one day you'll understand whyEverything you touch surely dies (Passenger)

XXX


So far so good, even your love story still disturb my mind.
Yaa, the fifth meeting. Hopefully will not be the end. Sit beside you and talk anything with you is good enough to make sweet memory. You ask me from who I get the rose, advise me to take care in another city, and ask me to stay in social media group. I think it is a good farewell. I will never forget what you say and keep on waiting for your arrival in my city as your promise.


Thank you for giving me sweet memories in this city, I like the way you look at me behind your glasses.
You are one of many reasons that makes me hard to go.
Nice to meet you. See you in another chance :)
Bye..

Whatever it takes or how my heart breaksI will be right here waiting for you (Ricard Marx)

Wednesday, August 3, 2016

Biarkan Dia Pergi

http://delistyaa.blogspot.co.id/2014_07_01_archive.html

Aku sudah mempelajari bagaimana kau memperjuangkan perasaanmu
Menjaganya tetap dihatimu walau dia telah menjauh
Meyakinkanya meski dia tak lagi milikmu


Semakin hari semakin aku mengerti bagaimana rasanya menjadi engkau
Menahan sakit kehilangan sesuatu yang masih sangat kau damba
Semakin hari semakin aku mengerti pula
Ini membuat hatiku sedikit sesak


Kau,
Tak sudikah merelakannya pergi dengan apa yang telah dia pilih?
Membiarkan hatimu melupakan bagaimana rasanya menahan perih barang sebentar
Mengijinkan seseorang yang berbeda meredam rasamu yang tak terbalaskan


Atau kau cukup kuat menahan semuanya?
Membiarkannya mengalir bersama lagu-lagu yang kau pilih
Dengan lirik-lirik yang kau pikir itu gambaran dari posisimu saat ini
Tidakkah kau merasa semua itu semakin membuatmu tersayat?


Biarkan dia pergi
Bukan saatnya lagi kau menghindar dari kenyataan
Sudah waktunya kau membiarkan hatimu mengenal rasa yang baru



Biarkan dia pergi dan kau akan tahu, aku tak pernah rela melihatmu seperti ini