Wednesday, November 2, 2016

Penulis Itu Membingungkan !




Aku kadang bingung dengan penulis pemula
Mereka merangkai segalanya menjadi kata-kata indah
Kadang tak ada lagi batas antara fiksi dan privasi
Kadang pula mereka mengaku tak memiliki ide untuk berekspresi
Mau apa mereka sebenarnya


Aku ikhlaskan pembicaraan rahasia ini menjadi bahan tulisanya
Tapi lebih banyak waktu mereka berdiam
Hey, apa memang kita yang kurang bercengkrama?


Satu waktu mereka merayuku dengan sajak dan puisi
Di waktu lain mereka berkata semua hanya tuntutan profesi
Ah, mudah sekali mereka mempermainkan hati ini


Aku kadang bingung dengan penulis pemula
Waktunya mereka habiskan hanya untuk sebuah karya
Aku kadang bingung dengan penulis pemula

Mengapa pula aku mau jadi bagian dari mereka

Tuesday, November 1, 2016

Mata kuliah Kejujuran

Hasil gambar untuk embun pagi
https://kepologia.wordpress.com/2015/01/08/embun-pagi/

Hari ini setelah sekian lama saya vakum menulis akhirnya bisa juga menebalkan niat untuk menulis. Yaa, semua tergantung dengan niat kita.

Terlalu sulit bagi saya jika harus menulis puisi atau artikel bagi saya yang baru kembali ingin aktif menulis. Jadi, untuk tulisan kali ini tentang cerita hari ini saja ya.

Hari ini di kampus adalah jadwal saya untuk mengikui ujian tengah semester (UTS) mata kuliah agama. Dari semalem yang sudah punya tekad tebal untuk belajar ternyata hanya mampu membawa buku sampai tempat tidur dan tak sempat terbaca satu kalimatpun.

Pagi harinya, sembari menunggu dosen kelas pertama sempat baca satu halaman, padahal materi yang akan diujikan berpuluh-puluh halaman. Terkesampingkan lagi waktu untuk belajar. Huft

Untung ujian masih jam satu siang. Ada waktu dari kelas pertama hingga jam UTS untuk belajar. Saya berhasil membaca semua materi yang akan di ujikan walaupun dengan tekhnik skimming. Ah, mahasiswa yang lain, jangan meniru saya.

Tibalah saatnya memasuki ruang tes, walau sedikit terlambat. Inilah enaknya tes bagi jenjang perguruan tinggi. Soalnya yang essay membuat kita mudah menjawab tanpa harus terpaku dengan urutan materi yang persis pada buku. Tapi point yang saya ingin ceritakan bukan disitu.

Sebelum memulai tes ini pak dosen berkata bahwa dia tidak perlu lagi mengawasi mahasiswa. Bukan karena dia berpikir kita sudah cukup dewasa untuk tidak mencontek lagi, itu tidak selamanya terbukti, atau karena si bapak mengijinkan kita untuk open book atau berdiskusi satu sama lain, itu sungguh tidak mungkin. Bapak dosen ini dengan lembut menerangkan bahwa kita berada pada mata kuliah agama, yang sudah di pahami bersama bahwa Allah beserta malaikatnya selalu mengawasi setiap perbuatan kita.

Ah, skak matt kita dengan perkataan si bapak.
Saya kira inilah tes yang sesungguhanya, aplikasi langsung dari setiap apa yang kita pelajari, dari hal kecil yang sering terlupakan.

Friday, October 7, 2016

Gara-gara Instagram




 





Keresahan ini tertulis ketika Estina mendapat Mention dari senorang yang kehadiran mention nya selalu Estina tunggu. Seorang produser radio yang memutuskan apakah naskah Estina layak untuk On Air. Kabar yang sudah saya tunggu sejak beberapa hari lalu membuat saya tidak jenak bahkan untuk sekedar tidur siang.


Akhirnya sore ini, saya yang memang gemar membuka twitter mencari hiburan dengan membaca timeline-timeline yang ada. Mata saya tertuju pada sebuah timeline yang menyebut nama akun twitter saya. Begini isinya 

@Estina_La Hallo Estina, IG kamu apa ya?

Deg, petanda apa ni. Biasanya kalau sang produser mention saya itu untuk konfirmasi naskah diterima atau 

Wednesday, October 5, 2016

Pendidikan dan Motivasi

Hasil gambar untuk danbo belajar
https://catatanharianherik.wordpress.com/tag/danbo/









Hari ini Estina diingatkan oleh sebuah postingan dari BEM kampus tentang hari Guru sedunia. Diawal sempat gak terlalu peduli karena pengajar Estina kini dosen bukan lagi guru. Namun ternyata definisi guru tidak sesimpel itu.


Estina jadi teringat dengan mata kuliah Ilmu Pendidikan yang disampaikan oleh dua orang pensiunan yang masih diminta untuk mendidik mahasiswa. Tentang pendidikan seumur hidup, pendidikan yang bertujuan untuk mendewasakan peserta didik, dan pendidikan dimana saja. Yang semakin membuat Estina mengingat beliau berdua adalah banyaknya tugas yang diberikan bahkan sebelum kami genap kuliah setengah semester disini. Banyaknya tugas ini membuat sebagian besar mahasiswanya heboh membahas mata kuliah ini. Apalagi jika bertemu rombel lain, semua jadi pecah.


Tapi selanjutnya setiap dari mahasiswa punya motivasi untuk menyelesaikannya, entah seberapa besar motivasi itu.


Estina sendiri sempat merasa malas untuk mengerjakan tugas ini. Namun sebuah diskusi bersama orang hebat menyadarkan Estina untuk menjalankan kewajiban sebagai seorang pelajar. Orang hebat ini mengaku sebagai coach,  mas Hadi. Kami pernah terlibat dalam suatu

Tuesday, October 4, 2016

Berbicara di Depan Umum? Ini yang Kamu Butuhkan






Sebelumnya Estina mau cerita kalau Estina baru aja pulang dari sebuah diskusi sama kakak tingkat dan teman-teman (Jangan bilang ke mama masalah ini) tentang public speaking. Kebetulan kakak tingkat Estina ini yang jadi pembicara waktu acara pelatihan kepemimpinan tingkat jurusan. Nah, karena waktu habis dan materi yang disampaikan belum tuntas pada saan itu, maka Estina mengajak beberapa teman dan sang coach untuk berdiskusi kecil. 


Dulu, ketika masih menjadi crew radio komunitas, Estina juga pernah mendapat pelatihan MC. Ternyata materi yang disampaikan tidak jauh berbeda. Yang membuat semakin sama adalah metode untuk menjadikan performa kita sukses di depan umum.


Kedua pemateri memiliki cara yang sama, yaitu persiapan (preparation)
Semakin dalam  kita menyiapkan materi yang akan kita bawakan semakin bagus juga penampilan kita di depan umum. Pemateri Estina saat pelatihan MC dulu bahkan mengatakan bahwa  

Sunday, October 2, 2016

Sampai Disini



Hasil gambar untuk danbo pergi
https://irmanisedikit.wordpress.com/tag/cinta-bertepuk-sebelah-tangan/



Apa ini sudah waktunya bagiku untuk berhenti menunggumu?
Aku tak tau mengapa, tapi semuanya telah berbeda
Tak ada lagi desir dihati saat ku dengar namamu disebut
Senyum ini pun tak lagi sama saat kulihat gambar dirimu

Sampai Disini



Hasil gambar untuk danbo pergi
https://irmanisedikit.wordpress.com/tag/cinta-bertepuk-sebelah-tangan/



Apa ini sudah waktunya bagiku untuk berhenti menunggumu?
Aku tak tau mengapa, tapi semuanya telah berbeda
Tak ada lagi desir dihati saat ku dengar namamu disebut
Senyum ini pun tak lagi sama saat kulihat gambar dirimu