Wednesday, January 2, 2019

Mari Saling Melupakan

Hasil gambar untuk berjalan
https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/kecepatan-berjalan-cerminkan-kepribadian-dan-kondisi-badan

Baik.
Bagaimana bila kita saling melupa?
Berpura-pura tidak pernah terjadi apa-apa karna memang semua yang indah hanya di anganku saja.
Kau hidup dengan duniamu sendiri, pun denganku

Karna berulang kali aku mencoba membuat semuanya nyata
Sebanyak itu pula kau tak menggapnya ada

Sepertinya tidak akan terlalu menyakitkan
Sedikit menyedihkan mungkin
Ah, jangan hiraukan

Aku sedang mencoba terlihat kuat.

Wednesday, November 7, 2018

Nayla Series : Melepasmu



Aku selalu suka sore hari yang cerah. Dimana lelah dapat besandar dan orang-orang terkasih dapat bertemu. Seperti sore ini, aku keluar dari tempat kerja dan menuju taman pinggir jalan. Matahari yang mulai menguning menjadi pemanis daun yang berguguran. Seseorang dari arah yang sama datang mendekat.


“hai Nay, udah lama?” sapa mas Randi. Seseorang yang ku kenal di tempat kerja part-time tiga bulan yang lalu.


“baru kok” jawabku mencoba santai. Aku tak pernah benar-benar biasa saja jika berbicara dengannya. Kami jarang bertemu karena memang berbeda divisi, chattingan pun bisa jadi hanya seminggu sekali. Kami bertemu saat rapat salah satu projek di awal kedatanganku. Awalnya aku biasa saja dengan kehadirannya, namun semakin sering bertemu di projek yang sama aku semakin mengaguminya. Entah suka, kagum atau cinta, ah aku tidak berani berkata cinta, dia adalah lelaki dewasa berumur 28 tahun sedangkan aku mahasiswi semester 7 yang masih mager untuk mengerjakan skripsi. Satu lagi, aku bukan tipe orang yang percaya pada kata pacaran, pun sepertinya dia demikian. Aku mencoba menjaga perasaanku untuk tidak terluka.


Pagi tadi, mas Randy mengirimiku pesan, dia ingin bertemu denganku sore ini, aku menyanggupinya.


“Nay, entah bagaimana mengatakannya. Tapi jika aku boleh jujur aku ingin kau mejadi pasangan hidupku. Kita akan ke Semarang dan ku kenalkan kau dengan kedua orangtuaku. Aku ingin kau menjadi istriku. Menjadi ibu dari anak-anakku kelak. Aku ingin kita menikah.”


Deg


Betapa senang hatiku. Orang yang selama ini ku kagumi ternyata memiliki perasaan yang sama. Mas Randy tidak pernah menampakkan perasaannya selama ini. Dan tiba-tiba dia mengatakan hal ini. Tuhan, cobaan atau hadiah kah sore ini?


Aku diam sesaat, menghapus butir air mata yang menumpuk di ujung mata dan menarik nafas, mencobab menenangkan diri.


“Aku nggak tau mas. Kalau boleh dibilang, mungkin ya, aku tertarik denganmu, bisa jadi cinta. Tapi masih ada tanggungjawab yang harus ku selesaikan kepada kedua orangtuaku. Pun aku paham posisimu dihadapan orangtuamu. Aku benar-benar nggak tau mas.”


“itu bukan hal sulit Nay. Aku bisa menunggu hingga kau lulus kuliah”


“Aku tidak bisa membuatmu menungguku hingga lulus kuliah, mas. Aku tidak bisa menjajikan apa-apa kelak, walau saat ini aku juga memiliki rasa yang sama”


Sial, mengapa jadi serumit ini mendapatkan hal yang sudah sering kau bayangkan. Mas Randy masih menatapku, sudah ingin menangis saja raanya diriku.


“beri aku waktu mas”


“untuk apa? Kau meragukan penantianku? Aku ada saat kau datang kapan saja Nay”


Arghh, lelaki macam apa yang berkata seperti itu?


“Ok. Tapi … jika benar kau ingin menungguku, aku ikhlas, jika dalam penantianmu itu … kau menemukan wanita yang lebih baik dariku. Tak perlu meminta ijin kepadaku, karna itu akan menyakitkanku, pilih dia mas.”



Angin sore berhembus pelan, aku masih menjaga agar benteng pertahanan ini tidak jebol dan banjir di pipi. Mas Randy hanya diam setelah jawabanku. Dia tau benar, dia pasti tau benar apa yang ku katakan.

Sunday, October 14, 2018

Nayla Series : Dan Aku Menyerah

Hasil gambar untuk angin sore
http://nikocpratama.blogspot.com/2013/09/angin-sore-5.html


Apa benar orang yang peduli bisa menjadi orang yang benar-benar tidak peduli?

### 

Aku membuka sebuah pesan lama dari seseorang yang sudah lama juga merebut hatiku. Dia membawa hatiku pergi namun tak pernah sekejap mengijinkan untuk tinggal didalam hatinya, terombang-ambing tak jelas.


“bagaimana kabarmu?”


Terakhir kali. Ku coba untuk mengiriminya pesan. Dengan sejuta gengsi yang sudah kupendam jauh-jauh, sudah mati rasa malu ini di depannya. Namun semua itu sia-sia, tak sebanding dengan caranya yang hanya melihat pesanku tanpa membalasnya. Cukup. Aku menyerah.

Sejak saat itu aku sadar, perjuanganku untuknya sudah berakhir. Dia yang pernah membawa hatiku jauh. Membuatku melayang setiap mendengar suaranya, membuat setiap kupu-kupu yang ada di perutku bertebangan bebas, membuatku berhenti bernafas hanya ketika aku melihatnya.

Aku heran, sebegitu kuatnya kah sebuah kenangan? Kesibukan sehari-hari berhasil membuatku melupakanmu, sejenak. Namun bayanganmu tak pernah mau benar-benar pergi. Aku masih merayu diriku sendiri untuk tidak meharapkanmu, bahkan memikirkanmu.

Tapi kini semua sudah berbeda. Aku sudah tidak memikirkanmu lagi. Aku sudah bisa untuk tidak mengharapmu lagi. Aku sudah terbebas dari belenggu rasa yang menyiksa.

Tapi aku bohong. Setiap do'a ku selalu tersisip namamu. Semoga, kau yang disana. Selalu dalam keadaan baik-baik saja dengan tujuan hidupmu, walau arahnya tak selalu sama denganku.. 

Dan terjawablah semua. Orang yang peduli tidak akan pernah bisa untuk benar-benar tidak peduli.

Monday, August 20, 2018

Terlihat Kuat

Hasil gambar untuk senja di pantai
http://www.satyawinnie.com/2016/05/air-panas-dan-senja-sendu-di-pantai-kawaliwu.html

“mas,”

“ya?”

“aku punya temen, dia aktiv banget, banyak ikut organisasi, kenalannya banyak, anaknya ramah juga,”

“trus?”

“kemarin, waktu acara gathering aku mergokin dia lagi diem, sendirian, cuman ngeliatin lampu-lampu dari pinggir balkon. Ya wajar orang ngeliatin lampu kota. Tapi aku nggak pernah liat dia kayak gitu, dari sorot matanya kayak ada yang kurang, kayak bukan dia. Aku heran aja kok bisa ya dia kayak gitu”

“emmm, jangan-jangan orang yang terlalu banyak teman adalah dia yang paling takut sendirian. Jangan-jangan orang yang menjalin banyak relasi adalah dia yang takut terluka dengan hubungan yang terlalu dalam. Bisa jadi, mereka adalah orang yang berhati kecil?”


Penjelasan mas Alvin baru saja membuatku melihat dengan sudut pandang baru. Jika memang benar demikian, betapa menyedihkannya orang seperti itu. Mereka yang selalu dianggap kuat, yang selalu dibanggakan, rupanya terlalu rapuh ketika sendiri.


Aku masih terdiam, terkagum dengan jawabannya. Mas Alvin selalu bisa memberi penjelasan dari setiap hal yang kutanyakan. Dia selalu membuatku terpukau. Bagaimana bisa aku tak jatuh hati padanya, bagaimana bisa aku tak rindu berdiskusi dengannya.


###


Angin sore ini bertiup lembut memberikan kesegaran. Matahari yang hampir terbenam menyadarkanku akan perpisahan dengannya yang akan segera terjadi. Besok, kami harus kembali pada kesibukan masing-masing. Aku yang begitu rapuh ketika merindukannya harus bersabar dalam waktu yang tak pasti untuk melihat senyumnya lagi.


###


Mas Alvin mengajakku beranjak, berjalan meninggalkan senja yang menggelap. Dia menaikan wajah sambal berkata,

“tapi, jangan pernah mengasihani orang seperti mereka. Bisa saja, mereka memang tak ingin terlihat lemah di depan orang lain. Mereka hanya perlu teman dan terlihat kuat dengan apa-adanya mereka”

Yaa, seperti aku yang selalu ingin terlihat kuat saat kau tak di sampingku.

Friday, July 20, 2018

Yang (Tak) Seimbang

Hasil gambar untuk yin yang

https://naturainstitute.com.au/six-main-principles-of-yin-and-yang-relationship/


Ketika sedang emosial
Aku merasa sangat inferior
Seisi dunia menjauihiku dan aku merasa terisolasi


Ketika aku sedang tenang,
Menjadi sendiri adalah hal yang harus dinikmati
Memiliki banyak teman adalah bonus
Kesibukan adalah rutinitas


Namun amigdala tak selamanya beriringan dengan nalar
Jiwa tak selalu menyatu dengan raga
Dan tanya, tak selalu teriring jawab

Thursday, July 19, 2018

Seperti Rumah

Hasil gambar untuk rumah animasi
https://www.kompasiana.com/nadiazahra

bisakah kau ciptakan suasana seperti rumah?
yang menghangatkan walau hujan badai
yang menyejukkan walau terik panas

bisakah kau ciptakan suasana seperti rumah?
dimana kau bisa datang tanpa harus memiliki alasan
dimana jantung berdebar bahkan saat melihatnya saja

bisakah kau menjadi layaknya sebuah rumah?
yang menerima walau berkali-kali ditinggalkan

Tuesday, June 12, 2018

Sisil Stories : Yang Tak Pernah Terucapkan

Hasil gambar untuk daun jatuh
https://medium.com/@dhesagita/daun-jatuh-b66492e0759f


Ada yang kosong saat sosok yang dicinta pergi.
Ada yang bimbang saat sosok yang didamba hilang.


###


15 menit setelah pembicaraan berakhir, kau masih diam memandang jalan.
Apa yang sejujurnya ingin ku dengar darimu tak pernah terucap. Aku berdiri, memandangmu sekilas dan berjalan pergi tanpa pamit. Seperti yang sering kau lakukan, tanpa pamit.