Saturday, May 6, 2017

Pendusta Kata

Hasil gambar untuk pinokio
http://amin-raha.blogspot.co.id/2015/12/gambar-boneka-kayu-pinokio.html

Mudah sekali orang berkata bahwa yang lain berdusta
Apa dusta sudah seenteng itu? Apa makna dari dusta bukan lagi aib yang memalukan?
Apa dusta kini menjelma menjadi guyonan yang boleh dituduhkan seseorang ke orang lain?


Tanpa konsekuensi atau sanksi sosial yang berlaku lagi?
Apa tawa dari sekitar sudah cukup menjadi hukuman bagi para pendusta?


Jikalau memang begitu, biarlah aku menuduhmu dalam setiap tulisanku
Kau berdusta akan perasaanmu setiap waktu, setiap langkah, setiap senyum
Kau berkata kau tidak lagi membutuhkanku
Kau berdusta!!
Kau berdusta!!

Wednesday, April 5, 2017

Pemberontak Kecil Ingin Berdamai

Hasil gambar untuk kucing bertengkar
http://kitongpung.blogspot.co.id/2014/03/penyebab-si-catty-dan-si-dogy-sering.html

Pemberontak kecil sedang ingin berdamai
Dengan oranglain dan prasangkanya sendiri
Kepada setiap pemikiran yang membuatnya terlihat egois

Dia mencari pembelaan untuk dirinya sendiri
Mencari penguatan agar tidak merasa bersalah
Sang pemberontak kecil sedang ingin berdamai

Sambutlah dia...

Saturday, April 1, 2017

Idealisme Freud

Seorang dosen pernah bertanya ketika proses belajar sedang berlangsung, "apa motivasi kalian kuliah?"

Lalu diantara kami mulai menjawab dengan idealismenya masing-masing. Mencoba memberi jawaban terbaik dan masuk akal. Aku masih terdiam, mengapa tiba-tiba dosen ini menanyakan hal di luar konteks materi?

Ketika kelas mulai reda dari keriuhan mahasiswa yang saling memberi argumen, dosen memberi jawaban dari pertanyaannya sendiri.

"Kalau kata Sigmund Freud, kalian kuliah itu karena mencari pasangan hidup"

Haa? Bisa-bisanya dosen ini berkata demikian. Lalu bagaimana aku yang setia menantimu selama ini? Kau yang tak pernah berada dalam jarak pandangku.

Sebuah pemikiran singkat melesat di otakku. "Itu kan idealismenya kakek Freud".

Friday, March 31, 2017

Kesepakatan Hati

Aku mulai berdamai dengan hatiku sendiri
Untuk tidak merasa kegirangan saat bertemu denganmu
Untuk tidak mengharap dari apa yang ada saat ini

Aku mulai bersepakat dengan diriku sendi
Agar tak membiarkan jantung ini bergedup kencang, bahkan hanya karena mendapat pesan balasan darimu

Aku mulai semua, untuk tidak lagi memikirkanmu secara berlebih

Kau dan Katarsis

"Mbak, nanti aku mau katarsis ya"
"Iya, beliin makan dulu"

Pesanku terhenti dengan kesepakatan itu. Bagi kami mahasiswa jurusan psikologi, kami terbiasa menggunakan istilah "katarsis" untuk menggantikan kata 'curhat'. Kata yang memiliki makna hampir sama, walau ku tahu makna yang terdapat pada kata 'katarsis' pasti lebih dalam dari itu.

Dan aku kembali mengingatmu

Apa kabarmu rekan katarsisku?
Yang kini terpisah tidak hanya perbedaan kota, tapi benua dan samudra
Semoga kau sukses dengan tujuanmu disana

###


Kau yang Menyebalkan

Berani taruhan, setelah ini pasti kau akan datang
Setelah aku sukses mengokohkan niat untuk melapaskanmu

Memang begitu kan tabiatmu.

Mengapa sih menyebalkan selalu berpasangan dengan ngangenin ?




Perkenalan Denganmu

Aku percaya bahwa hidup tak seindah sinetron, tapi bukan berarti kita tidak bisa merasakan sepenggal bagian dari apa yang terjadi di sinetron kan?
Seperti apa yang baru saja terjadi

"eh dek" kata seseorang yang duduk tepat dibelakangku, seperti menginstruksikanku untuk menengok kearahnya.

Aku menengok padanya membulatkan bola mataku sambil menatapnya. Berkata "apa" dalam bahasa isyarat seolah tertarik dengan panggilannya.

"emm ... " katamu seperti memikirkan sebuah persoalan tentang persidangan yang sedang berlangsung.

" ... eh, belum kenalan" lanjutmu mengalihkan maksud panggilanmu, membuatku menahan tawa dalam hati.

Kau ulurkan tanganmu, kusambut sambil kukatakan namamu.

"Dafit" katamu

Lalu tanpamalu aku mengatakan "udah tau"

Dan begitulah akhirnya, kau tidak menyampaikan apa yang ingin kau katakan tentang pemikiranmu tadi. Hmm, jadi begini cara berkenalan seorang ketua badan eksekutif mahasiswa. Menarik